Dilansir dari Batamnews, Korps Lalu Lintas Kepolisian Republik Indonesia (Korlantas Polri) mengungkapkan bahwa selama 2018, jika ditinjau dari kondisi kendaraan, maka penyebab kecelakaan tertinggi berasal dari kondisi rem. Saking besarnya, jumlah kejadiannya bahkan meningkat hingga 32%. Lebih rincinya lagi pada tahun 2017, jumlah kecelakaan karena rem rusak (blong) ada sebanyak 7.083 kejadian. Sementara sepanjang tahun 2018 lalu, angkanya mengembang menjadi 9.333 tragedi (1).
Dari sini dapat kita lihat bahwa dalam situasi darurat, kemampuan rem yang optimal bisa menjadi perbedaan antara menghindari kecelakaan dan terlibat dalam insiden serius (2). Perlu Anda catat pula bahwa kinerja maksimal dari sebuah rem mobil tidak lepas dari berbagai komponen di dalamnya. Namun sayangnya, masih banyak orang yang tidak tahu tentang komponen komponen rem mobil ini, sehingga membuat mereka lalai dalam melakukan service rutinnya.
Maka dari itu, dalam artikel kali ini, kita akan bahas secara tuntas mengenai komponen komponen rem mobil ini. Apa saja ya komponen komponen rem mobil itu? Seperti apa pembagian fungsi dalam setiap komponen komponen rem mobil tersebut? Bagaimana cara menjaganya? Itulah yang akan menjadi pembahasan utama kita dalam artikel kali ini. Simak terus sampai habis ya!
Table of Contents
TogglePertanyaan Seputar Komponen Komponen Rem
Pengertian Sistem Pengereman pada Kendaraan Modern

Sistem pengereman mobil telah berkembang pesat dalam beberapa dekade terakhir. Teknologi pengereman modern dirancang untuk meningkatkan keamanan dan performa saat menghentikan kendaraan. Dahulu, rem tromol adalah pilihan utama. Sistem rem ini sederhana dan mudah dibuat. Namun, dengan berkembangnya teknologi, rem cakram kini lebih populer di kendaraan modern.
Perbedaan Rem Cakram dan Rem Tromol
-
Rem Cakram (Disc Brake)
Rem cakram merupakan sistem rem yang menggunakan piringan (disc) yang dijepit oleh kampas rem melalui kaliper. Sistem ini umumnya digunakan pada roda depan mobil modern, meskipun beberapa kendaraan juga mengaplikasikannya di keempat roda.
Kelebihan rem cakram:
- Memiliki daya cengkeram yang lebih kuat.
- Membuang panas lebih cepat.
- Perawatan dan inspeksi relatif lebih mudah.
Kekurangannya:
- Komponen lebih mahal dibanding rem tromol.
- Kampas rem cenderung lebih cepat aus.
-
Rem Tromol (Drum Brake)
Rem tromol menggunakan kampas rem yang ditekan ke bagian dalam tromol untuk menciptakan gesekan. Sistem ini lebih sering digunakan pada roda belakang.
Kelebihan rem tromol:
- Lebih tahan lama dalam penggunaan normal.
- Komponen umumnya lebih ekonomis.
Kekurangan:
- Daya pengereman tidak sekuat rem cakram.
- Proses pelepasan panas lebih lambat, rentan overheating.
-
Rem Parkir (Parking Brake)
Rem parkir berfungsi sebagai pengaman ketika kendaraan dalam keadaan diam, terutama saat parkir di medan miring. Sistem ini umumnya bekerja secara mekanis dengan menggunakan kabel, meskipun banyak kendaraan modern telah menggunakan rem parkir elektrik (Electronic Parking Brake).
Mekanisme Kerja Sistem Pengereman
Sistem pengereman hidrolik mengubah tekanan pedal rem menjadi gaya pengereman. Ketika Anda menekan pedal rem, cairan rem mendistribusikan tekanan ke kaliper atau tromol. Ini menghasilkan gesekan yang mampu menghentikan kendaraan. Pemilihan antara rem cakram dan rem tromol tergantung pada kebutuhan kendaraan, performa yang diinginkan, dan biaya.
Baca Juga : Kapan Sih Waktu Yang Tepat Ganti Minyak Rem Mobil?
10+ Komponen Komponen Rem Mobil Dan Fungsinya

Seperti yang tekah dijelaskan sebelumnya, fungsi maksimal dari sistem rem mobil ditopang oleh berbagai macam komponen di dalamnya. Komponen komponen rem mobil ini memiliki fungsinya tersendiri dan saling terhubung antar yang satu dengan yang lainnya. Berikut ini adalah komponen komponen rem mobil :
-
Master Cylinder (Master Silinder)
Komponen komponen rem mobil yang kita bahas pertama ada master cylinder. Fungsi master rem mobil adalah sebagai penggerak utama dalam sistem rem mobil. Saat Anda menginjak pedal rem, gaya yang dihasilkan akan diteruskan oleh master cylinder ke komponen komponen rem mobi caliper dan wheel cylinder untuk menghasilkan tekanan yang memampatkan rem. Dalam proses ini, master cylinder menjadi penghubung antara pedal rem dengan komponen komponen rem mobil lainnya.
Cara kerja master rem mobil umumnya menggunakan prinsip hidrolik, di mana fluida rem digunakan sebagai media untuk mentransfer gaya dari pedal rem ke komponen rem lainnya. Ketika pedal rem ditekan, fluida rem akan merespon dengan menghasilkan tekanan yang menyebabkan komponen rem lainnya bergerak. Dengan begitu, mobil dapat berhenti dengan cepat dan aman saat pedal rem ditekan.
Tipe Master Silinder Tandem
Master silinder tandem dirancang untuk kendaraan modern dengan sistem keamanan ganda. Keunggulannya antara lain:
- Memiliki dua saluran terpisah
- Meningkatkan keamanan pengereman
- Mencegah kegagalan total sistem rem
Tipe Master Silinder Tunggal
Master silinder tunggal sering digunakan pada mobil lebih tua. Ia memiliki satu saluran hidrolik yang mengalirkan minyak rem ke seluruh sistem pengereman. Meskipun sederhana, tipe ini masih efektif untuk kendaraan dengan desain pengereman dasar.
-
Brake Caliper (Kaliper Rem)
Komponen komponen rem mobil kedua ada brake caliper. Fungsi dari brake caliper ini sendiri adalah untuk menjepit rotor atau cakram rem ketika pedal rem diinjak. Brake caliper ini berisi piston-piston yang didorong oleh fluida rem dari master cylinder untuk menekan brake pad ke rotor.
Tekanan kaliper rem cakram mobil ini menghasilkan gesekan yang memperlambat atau menghentikan putaran roda. Brake caliper bisa berupa fixed caliper atau floating caliper, masing-masing dengan kelebihan dan kekurangannya dalam hal performa pengereman dan efisiensi biaya.
Kaliper rem floating bisa bergerak sedikit ke samping saat rem ditekan. Ini membuat tekanan pada kanvas rem lebih merata. Kaliper rem fixed lebih kaku dan sering digunakan di mobil dengan performa tinggi.
-
Brake Pad (Kampas Rem)
Komponen komponen rem mobil yang ketiga ada brake pad. Brake pad adalah komponen yang terbuat dari bahan gesek yang dipasang pada brake caliper. Fungsi kampas rem mobil adalah menghasilkan gesekan dengan rotor untuk menghentikan atau memperlambat kendaraan. Brake pad harus diganti secara berkala karena akan aus seiring penggunaan. Pemilihan bahan kampas rem yang tepat sangat penting untuk memastikan efisiensi pengereman dan umur pakai yang panjang.
Material Kampas Rem Modern
Produsen sekarang menggunakan berbagai material untuk kampas rem:
- Keramik: Tahan panas dan cocok untuk mobil performa tinggi
- Semi-metalik: Kinerja baik di berbagai cuaca
- Organik: Ramah lingkungan, cocok untuk mobil standar
-
Rotor (Cakram Rem)
Komponen komponen rem mobil berikutnya ada rotor atau yang disebut cakram rem. Seperti namanya, komponen rem mobil satu ini berbentuk cakram yang dipasang pada roda dan berputar bersamaan dengan roda. Ketika brake pad menekan rotor, gesekan yang dihasilkan akan mengurangi kecepatan roda hingga akhirnya berhenti. Cakram mobil harus dijaga dalam kondisi baik dan rata, karena permukaan rotor yang tidak rata bisa menyebabkan getaran saat pengereman dan harus melakukan bubut cakram dibengkel terdekat.
-
Wheel Cylinder (Silinder Roda)
Wheel cylinder menjadi komponen komponen rem mobil yang tidak kalah penting fungsinya. Wheel cylinder biasanya ditemukan pada sistem rem tromol (drum brake). Fungsi silinder roda untuk mendorong sepatu rem ke arah drum saat pedal rem ditekan. Tekanan dari fluida rem menyebabkan piston dalam wheel cylinder bergerak, yang kemudian menekan sepatu rem untuk menghasilkan gesekan dengan drum dan memperlambat kendaraan.
-
Brake Drum (Tromol Rem)
Brake drum juga merupakan komponen komponen rem mobil yang begitu penting. komponen rem mobil yang satu ini berbentuk seperti drum dan berfungsi sebagai permukaan gesekan untuk sepatu rem pada sistem rem tromol. Ketika sepatu rem ditekan ke arah drum, gesekan yang terjadi akan memperlambat atau menghentikan roda. Brake drum yang memiliki beberapa komponen rem tromol mobil harus dijaga dalam kondisi bersih dan bebas dari keausan yang berlebihan untuk memastikan performa pengereman yang optimal.
-
Brake Lines (Selang Rem)
Komponen komponen rem mobil berikutnya adalah Brake lines. Komponen komponen rem mobil yang satu ini berhasil membuat satu orang masuk saluran yang menghubungkan master cylinder dengan caliper atau wheel cylinder. Selang ini mengalirkan fluida rem yang bertekanan dari master cylinder ke komponen sistem rem mobil lainnya untuk menghasilkan pengereman. Brake lines harus diperiksa secara berkala untuk memastikan tidak ada kebocoran atau kerusakan yang dapat mengganggu sistem pengereman.
-
Brake Booster (Booster Rem)
Brake booster adalah komponen rem mobil yang membantu meningkatkan tekanan pada sistem rem tanpa perlu menambah tenaga pada pedal rem. Dengan memanfaatkan vakum dari mesin, brake booster memperkuat tekanan yang dihasilkan oleh master cylinder, sehingga pengereman menjadi lebih mudah dan efektif. Jika brake booster mengalami masalah, Anda mungkin akan merasakan pedal rem yang lebih keras dan memerlukan tenaga lebih untuk mengerem.
-
Sensor ABS (Anti-lock Braking System)
ABS merupakan sistem pengereman anti-macet yang mencegah roda mengunci saat pengereman mendadak. Sensor ABS memantau kecepatan roda dan mengatur tekanan rem secara otomatis untuk menjaga traksi roda terhadap jalan.
-
Kabel Rem Parkir (Parking Brake Cable)
Kabel ini menghubungkan tuas rem parkir dengan sistem pengereman di roda belakang. Jika kabel ini aus atau putus, rem parkir tidak akan berfungsi dengan baik.
-
Minyak Rem (Brake Fluid)
Cairan ini berperan sebagai media penghantar tekanan dari pedal rem ke kaliper atau tromol. Karena bersifat higroskopis (menyerap uap air dari udara), ganti minyak rem mobil secara berkala agar tidak menurunkan efisiensi pengereman.
Setiap mobil membutuhkan minyak rem berkualitas tinggi. Ada beberapa jenis minyak rem yang umum:
- DOT 3: Cocok untuk mobil dengan penggunaan ringan
- DOT 4: Ideal untuk mobil berat dan performa tinggi
- DOT 5.1: Memiliki titik didih tertinggi untuk kondisi ekstrem
Dengan memahami fungsi masing-masing komponen rem mobil, Anda dapat lebih mudah merawat dan memastikan sistem pengereman mobil Anda berfungsi dengan baik. Perawatan rutin dan pemeriksaan berkala sangat penting untuk menjaga keselamatan dan performa kendaraan.
Baca Juga : Cara Merawat Rem Depan Mobil Agar Tetap Pakem & Awet Hingga 50.000 KM
Pentingnya Perawatan dan Perbaikan pada Sistem Rem Mobil
Perawatan sistem pengereman sangat penting untuk keselamatan berkendara. Setiap bagian rem perlu perhatian rutin agar optimal. Pemeriksaan visual bisa mendeteksi kerusakan dini. Jangan lupa untuk melakukan reservasi di bengkel spesialis kaki kaki mobil seperti Rotary Auto.
Dengan mengunjungi bengkel profesional, Anda dapat memastikan bahwa sistem rem mobil Anda mendapatkan perawatan yang sesuai dengan standar terbaik dan menggunakan suku cadang berkualitas. Bengkel kami dilengkapi dengan mekanik yang berpengalaman dan terlatih serta peralatan terbaru yang membantu kami merawat sistem rem mobil dengan baik.
Kunjungi website resmi dari Rotary Auto untuk mendapatkan informasi lebih lanjut seperti informasi soal detail lokasi cabang, jenis layanan yang tersedia, PROMO yang dapat Anda manfaatkan setiap bulannya, edukasi seputar dunia otomotif hingga informasi menarik lainnya! Bila Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut, Anda dapat bertanya melalui Customer Service dari Rotary Auto dengan cara klik disini. Semoga informasi ini bermanfaat dan sampai jumpa di artikel berikutnya ya!
Link Sumber :










