Rotary Auto

Rotary Auto

Apakah Service Power Steering Penting Dilakukan?

Service power steering perlu Anda lakukan secara berkala. Ini karena sistem power steering berperan penting dalam membantu kemudi mobil tetap ringan dan mudah dikendalikan. Jika power steering tidak pernah diservis, maka performanya bisa menurun.

Power steering dapat mengalami kerusakan seiring waktu. Ketika sistem ini bermasalah, setir mobil bisa terasa berat, muncul bunyi saat diputar, atau bahkan mengalami gangguan fungsi.

Artikel ini akan membahas secara lengkap mengenai berbagai pertanyaan yang sering muncul terkait service power steering mobil.

Power Steering Rusak Bisa Terjadi?

Service Power Steering (2)

Power steering bisa rusak seperti komponen mobil lainnya. Sistem ini bekerja terus-menerus setiap kali pengemudi memutar setir, sehingga seiring waktu beberapa bagian di dalamnya bisa mengalami keausan, kebocoran, atau gangguan fungsi.

Kerusakan power steering biasanya tidak terjadi secara tiba-tiba tanpa tanda. Umumnya ada beberapa gejala yang muncul terlebih dahulu sebelum kerusakan menjadi lebih parah.

Empat Ciri Power Steering Rusak

Mengetahui tanda-tanda kerusakan power steering sangat penting agar masalah dapat ditangani lebih cepat sebelum menjadi lebih parah.

  • Terasa Beratnya Setir

Salah satu tanda paling umum dari kerusakan power steering adalah setir yang terasa lebih berat saat diputar. Faktor yang menyebabkannya adalah:

    • lemahnya pompa power steering

    • berkurangnya oli power steering

    • sistem hidrolik mengalami kebocoran

Jika kondisi ini dibiarkan, pengemudi akan kesulitan mengendalikan mobil terutama saat parkir.

  • Adanya Bunyi Ketika Putar Setir

Kerusakan power steering juga sering ditandai dengan munculnya bunyi seperti dengungan atau suara berisik ketika setir diputar.

Penyebab power steering bunyi berasal dari:

    • rusaknya pompa power steering

    • kotornya oli power steering

    • komponen rack steering yang aus

  • Oli Power Steering Bocor

Pada sistem power steering hidrolik, oli berperan penting untuk membantu kerja pompa dan mengurangi gesekan antar komponen.

Jika terjadi kebocoran pada selang atau seal, maka volume oli akan berkurang sehingga kinerja power steering menjadi tidak optimal.

  • Setir Jadi Aneh, Tidak Normal

Ketika mobil selesai berbelok, setir biasanya akan kembali ke posisi lurus dengan sendirinya. Jika power steering bermasalah, setir bisa terasa lebih berat atau tidak kembali dengan normal setelah diputar.

Lima Penyebab Power Steering Rusak

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan sistem power steering mengalami kerusakan.

  • Jarang Mengganti Oli Power Steering Mobil

Pada mobil yang menggunakan hydraulic power steering, oli berfungsi sebagai media tekanan untuk membantu memutar setir.

Jika oli sudah terlalu kotor atau volumenya berkurang, kinerja pompa akan terganggu dan dapat mempercepat kerusakan komponen. Beberapa dampaknya antara lain:

    • lebih berat pompa power steering bekerja

    • ada sensasi setir terasa berat pas diputar

    • muncul suara dengung saat memutar setir

  • Kebocoran pada Sistem Hidrolik

Kebocoran bisa terjadi pada beberapa bagian seperti:

    • selang power steering

    • seal pompa

    • rack steering

Jika terjadi kebocoran, tekanan hidrolik akan berkurang sehingga bantuan tenaga pada setir tidak bekerja maksimal.

  • Pompa Power Steering Melemah

Pompa merupakan komponen utama yang menghasilkan tekanan hidrolik pada sistem power steering.

Jika pompa mulai rusak atau aus, gejala yang biasanya muncul adalah:

    • setir yang tau-tau jadi berat

    • muncul bunyi mendengung saat setir diputar

    • tenaga bantuan pada setir menjadi tidak stabil

  • Rack Steering Rusak

Rack steering merupakan bagian yang menghubungkan sistem kemudi dengan roda depan.

Jika komponen ini mengalami keausan atau kerusakan, maka kemudi bisa terasa tidak stabil atau bahkan muncul bunyi saat setir diputar.

  • Masalah pada Sistem EPS

Pada mobil modern yang menggunakan Electric Power Steering (EPS), kerusakan biasanya berkaitan dengan sistem kelistrikan.

Beberapa penyebabnya antara lain:

    • motor listrik EPS bermasalah

    • sensor kemudi mengalami gangguan

    • aki mobil melemah

    • modul kontrol mengalami kerusakan

Jika sistem EPS bermasalah, biasanya akan muncul indikator EPS di dashboard mobil.

Baca Juga: Cara Kerja dan Komponen Sistem Kemudi Power Steering yang Bikin Setir Mobil Lebih Ringan

Apakah Power Steering Bisa Diperbaiki?

Service Power Steering (3)

Banyak pemilik mobil bertanya apakah power steering yang rusak masih bisa diperbaiki. Jawabannya adalah bisa, tergantung pada jenis kerusakan yang terjadi.

Pada sebagian besar kasus, kerusakan power steering tidak selalu mengharuskan penggantian seluruh sistem. Banyak gambar komponen power steering yang masih bisa diservice. Beberapa bagian service power steering yang biasanya bisa diperbaiki antara lain:

  • power steering pompa

  • selang power steering

  • rack steering

  • seal atau karet pelindung

  • kebocoran sistem hidrolik

Jika kerusakan masih tergolong ringan seperti kebocoran oli atau pompa yang mulai melemah, biasanya teknisi hanya perlu lakukan ganti atau servis komponen tertentu.

Namun jika kerusakan sudah cukup parah, misalnya rack steering mengalami kerusakan serius, maka penggantian komponen mungkin diperlukan.

Apakah EPS Bisa Diperbaiki?

Selain power steering hidrolik, banyak mobil modern sekarang menggunakan sistem EPS (Electric Power Steering). EPS juga bisa diperbaiki, tergantung pada jenis kerusakan yang terjadi.

Beberapa komponen EPS yang sering mengalami masalah antara lain:

  • motor listrik EPS

  • sensor torsi kemudi

  • modul kontrol EPS

  • kabel kelistrikan

Jika kerusakan terjadi pada sensor atau sistem kelistrikan, biasanya teknisi dapat melakukan perbaikan tanpa perlu mengganti seluruh sistem EPS.

Namun jika motor listrik EPS mengalami kerusakan serius, kemungkinan perlu dilakukan penggantian komponen tersebut.

EPS Harus Ganti Oli?

Sistem EPS tidak menggunakan oli power steering karena seluruh mekanismenya bekerja menggunakan motor listrik dan sensor elektronik.

Berbeda dengan power steering hidrolik yang memerlukan cairan khusus untuk membantu kerja pompa, EPS bekerja secara elektronik sehingga tidak memerlukan cairan hidrolik.

Karena itu, perawatan EPS biasanya lebih sederhana dibandingkan sistem power steering konvensional.

Baca Juga: Pentingnya Mengganti Oli Power Steering Avanza Secara Rutin

Kisaran Biaya Service Power Steering

Biaya service power steering dapat bervariasi tergantung pada jenis kerusakan yang terjadi serta jenis mobil yang digunakan.

Secara umum, biaya service power steering biasanya meliputi beberapa jenis pekerjaan seperti:

  • Ganti Oli PS

Jika masalah hanya disebabkan oleh oli yang kotor atau berkurang, biaya servis biasanya cukup terjangkau. Harganya berkisar antara Rp 80 ribu hingga Rp 800 ribu.

  • Perbaikan Pompa PS

Jika pompa power steering mengalami kerusakan, biaya servis akan lebih tinggi karena memerlukan perbaikan atau penggantian komponen. Biaya perbaikan pompa ada di Rp 1 juta sampai Rp 3 juta.

  • Perbaikan Rack Steering

Rack steering merupakan salah satu komponen utama pada sistem kemudi. Jika bagian ini rusak, biaya perbaikannya biasanya lebih besar.

Secara umum, kisaran biaya service power steering di bengkel biasanya berada pada rentang berikut:

  • servis ringan: sekitar 300 ribu hingga 800 ribu rupiah

  • perbaikan pompa power steering: sekitar 1 juta hingga 3 juta rupiah

  • perbaikan rack steering: bisa mencapai beberapa juta rupiah tergantung jenis mobil

Biaya tersebut dapat berbeda tergantung pada jenis kendaraan dan tingkat kerusakan yang terjadi.

Pentingnya Melakukan Service Power Steering Secara Berkala

Melakukan service power steering secara rutin sangat penting untuk menjaga kenyamanan dan keamanan saat berkendara. Manfaatnya adalah:

  • setir tetap ringan pas dipakai

  • mencegah kerusakan komponen kemudi

  • memperpanjang usia pakai pompa power steering

  • kenyamanan berkendara meningkat

Dengan melakukan pemeriksaan secara rutin, potensi kerusakan pada sistem kemudi dapat diketahui lebih awal sebelum menjadi masalah yang lebih serius.

Service Power Steering Mobil Lebih Aman di Rotary Auto

Jika setir mobil mulai terasa berat, muncul bunyi saat diputar, atau terasa tidak stabil saat berkendara, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan pada sistem kemudi. Salah satu solusi yang bisa Anda pilih adalah melakukan service power steering di Rotary Auto.

Sebagai bengkel yang berpengalaman menangani berbagai masalah kemudi mobil, Rotary Auto dapat membantu melakukan diagnosis secara menyeluruh untuk menemukan penyebab masalah pada power steering kendaraan Anda. Pemeriksaan tidak hanya dilakukan pada satu komponen saja, tetapi juga pada seluruh sistem kemudi agar perbaikan bisa lebih tepat.

Jika Anda mulai merasakan gejalanya, segera lakukan pemeriksaan di Rotary Auto agar sistem kemudi mobil kembali nyaman dan aman saat digunakan berkendara. Cek website kami di Rotary Auto untuk informasi lengkapnya lalu klik di sini agar bisa hubungi kami secepatnya.

Pertanyaan Seputar Service Power Steering

Power steering adalah sistem yang membantu setir mobil terasa ringan saat diputar. Tanpa sistem ini, memutar setir terutama saat parkir atau manuver di kecepatan rendah akan terasa jauh lebih berat.
Saat ini ada dua jenis power steering yang umum digunakan pada mobil. 1. Hydraulic Power Steering (HPS) Jenis ini menggunakan tekanan oli untuk membantu memutar setir. Perawatan utamanya biasanya meliputi: cek kondisi oli power steering kuras atau ganti oli power steering cek kebocoran pada selang dan seal Biasanya oli power steering disarankan diganti setiap sekitar 25.000 km atau ketika warnanya sudah terlihat keruh. 2. Electric Power Steering (EPS) Sistem ini menggunakan motor listrik sehingga tidak membutuhkan oli power steering. Namun EPS tetap perlu perhatian karena cukup sensitif terhadap masalah kelistrikan. Hal yang perlu diperhatikan pada EPS: kondisi aki mobil sistem kelistrikan kendaraan sensor kemudi Jika mobil pernah terkena banjir, sistem EPS juga sebaiknya segera diperiksa.
Biasanya power steering sudah memberi tanda ketika mulai bermasalah. Beberapa gejala ini sering dialami banyak pemilik mobil. Setir terasa lebih berat Ini tanda paling umum. Bisa disebabkan oleh oli yang mulai habis, pompa melemah, atau sistem EPS bermasalah. Ada suara saat setir diputar Jika muncul bunyi dengung atau decit saat memutar setir, biasanya ada masalah pada pompa atau tekanan oli. Muncul kebocoran oli Kalau terlihat ada cairan merah atau cokelat di bawah mobil, kemungkinan itu oli power steering yang bocor. Lampu indikator EPS menyala Untuk mobil dengan EPS, lampu indikator di dashboard bisa menyala jika ada gangguan pada sensor atau modul sistem kemudi. Kalau sudah muncul tanda seperti ini, sebaiknya segera cek ke bengkel agar kerusakan tidak makin besar.
Biaya servis power steering sebenarnya cukup bervariasi tergantung jenis kerusakan dan tipe mobil. Berikut gambaran biaya yang biasanya ditemui di bengkel: Servis ringan kuras atau ganti oli power steering kisaran biaya sekitar 300 ribu – 800 ribu Ganti seal power steering biasanya untuk mengatasi kebocoran kisaran biaya 150 ribu – 450 ribu Servis EPS mobil sedan atau MPV sekitar 850 ribu – 1,2 juta mobil SUV atau mobil premium bisa 1,5 juta – 4 juta Ganti pompa power steering sekitar 1 juta – 3 juta Ganti rack steering biasanya paling mahal bisa mencapai 2,5 juta – 6 juta Makanya penting untuk melakukan pemeriksaan lebih awal supaya kerusakan tidak sampai ke komponen mahal.
Kalau setir mobil mulai terasa berat atau muncul suara aneh saat diputar, sebaiknya langsung periksa ke bengkel yang memang terbiasa menangani sistem kemudi mobil.

PERBAIKAN & PERAWATAN MOBIL

Reservasikan mobil Anda sekarang juga,
Dengan isi form dibawah ini!

Loading...