Skip to main content

Rotary Auto

Rotary Auto

Kaki Kaki Mobil Listrik Cepat Rusak, tapi Apakah Cara Menanganinya Juga Beda?

Laju keausan kaki kaki mobil listrik memang berbeda, tapi metode penanganannya di bengkel pada dasarnya sama seperti mobil konvensional.

Ini kontras mencolok dengan sistem AC mobil listrik yang benar benar membutuhkan pendekatan berbeda karena melibatkan komponen bertegangan tinggi.

Pada sistem suspensi dan kemudi, mobil listrik tetap memakai part sejenis shockbreaker, bushing, ball joint, dan tie rod yang cara kerjanya identik dengan mobil bermesin bensin, hanya saja beban yang ditanggung jauh lebih berat.

Apakah Kaki kaki Mobil Listrik Benar Benar Gampang Aus Daripada Mobil Konvensional?

Kaki Kaki Mobil Listrik (2)

Cepat aus namun bukan karena kualitas materialnya lebih rendah, melainkan karena beban kerja yang jauh lebih besar.

Baterai lithium ion yang jadi sumber energi utama menambah bobot kosong kendaraan antara 300 hingga 500 kilogram dibanding sama mobil bensin. Tambahan bobot sebesar ini memaksa shock absorber, bushing, dan ball joint bekerja lebih ekstra setiap kali meredam guncangan dari jalan.

Pabrikan sebenarnya sudah mengantisipasi faktor ini sejak tahap desain. Banyak model EV menggunakan material aluminium atau baja yang lebih tebal pada lengan suspensi dibanding mobil konvensional sekelasnya, sehingga bukan berarti komponennya rapuh, hanya saja tugas yang diemban memang lebih berat dari biasanya.

Kenapa Bobot Baterai dan Torsi Instan Bisa Mempercepat Keausan Komponen Suspensi?

Mekanismenya berkaitan langsung dengan energi kinetik yang harus diserap sistem suspensi setiap kali mobil melintasi jalan tidak rata.

Semakin berat massa kendaraan, semakin besar pula energi yang harus diredam oleh sokbreker dan komponen karet di sekitarnya, sehingga tekanan yang konsisten dan lebih besar ini mempercepat ausnya bushing serta melemahnya daya redam shock absorber.

  • Motor listrik yang terlalu gaspol

Karakter motor listrik menambah faktor lain yang tidak dialami mobil konvensional: torsi instan. Hentakan tenaga besar yang muncul seketika saat pedal gas diinjak memberi tekanan mendadak pada ban dan lengan ayun, dan jika terjadi berulang tanpa penyesuaian gaya berkendara, stres material pada komponen penyambung bisa meningkat lebih cepat dari yang diperkirakan pemilik mobil.

Apa Bedanya Cara Bengkel Menangani Kaki-kaki EV Dibanding Sistem AC-nya?

Perbedaannya justru terletak pada apa yang tidak berbeda. Rotary Auto, menegaskan bahwa penanganan kaki kaki mobil listrik pada dasarnya tidak jauh berbeda dari mobil konvensional karena sistem suspensi dan kemudinya tetap sama.

Ini berbanding terbalik dengan servis AC mobil listrik yang mengharuskan teknisi memahami kompresor elektrik dan komponen bertegangan tinggi secara khusus.

Permasalahan kaki-kaki pada mobil listrik yang ditangani tidak jauh berbeda dari mobil bermesin bensin. Artinya, bengkel spesialis kaki kaki konvensional pun sebenarnya sudah cukup kompeten menangani EV.

Kenapa Ada Banyak Komponen Kaki Kaki Mobil Listrik yang Bisa Direkondisi Daripada Langsung Ganti?

Alasan utamanya bersifat teknis: pada kebanyakan komponen kaki-kaki, yang aus duluan bukan seluruh unitnya, melainkan bagian kecil di dalamnya seperti lapisan teflon, bushing karet, atau seal.

Selama bagian struktural utama (as, batang logam, ulir) masih lurus dan tidak retak, mengganti hanya bagian yang aus jauh lebih masuk akal daripada mengganti satu unit penuh.

  • Konstruksi komponen memang modular

Ball joint misalnya, terdiri dari rumah logam dan lapisan teflon di dalamnya. Yang biasanya aus dan menimbulkan kaki kaki mobil bunyi adalah teflonnya, bukan rumah logamnya, jadi rekondisi cukup mengganti lapisan itu saja tanpa perlu mengganti seluruh unit.

  • Bagian karet aus lebih cepat dari bagian logam

Bushing dan seal terbuat dari material karet yang usia pakainya jauh lebih pendek dibanding komponen logam di sekitarnya. Ini membuat rekondisi (ganti karet/seal saja) jadi solusi yang proporsional, bukan under-treatment.

  • Khusus mobil listrik, pola keausan ini justru lebih menonjol

Karena bobot baterai dan torsi instan menekan komponen lebih keras, bagian karet/teflon yang memang lebih lunak akan aus lebih dulu dan lebih cepat dibanding bagian logam strukturalnya.

Jadi secara proporsi, EV justru punya “peluang rekondisi” yang lebih sering muncul, karena bagian yang cepat rusak memang bagian yang bisa diganti sebagian.

  • Tapi tidak semua komponen aman direkondisi.

Ada batasan jelas di sini, contohnya long tie rod. Long tie rod tidak direkondisi karena risikonya patah, mengingat komponen ini menahan beban tarik/dorong langsung pada sistem kemudi.

Kalau strukturnya sudah retak halus (meski belum terlihat kasat mata), rekondisi permukaan saja tidak menjamin ketahanannya, jadi penggantian unit baru jadi pilihan lebih aman.

Komponen Apa Saja yang Paling Rentan Aus pada Sistem Kaki kaki Mobil Listrik?

Beban ekstra dari bobot baterai tidak menyerang semua komponen secara merata. Beberapa bagian berikut cenderung lebih cepat menunjukkan gejala aus dibanding komponen lainnya:

  • Shock absorber, ditandai ban botak sebelah dan mobil memantul lebih dari sekali di jalan tidak rata
  • Bushing arm dan bushing stabilizer, ditandai bunyi berdecit saat menikung atau melewati jalan bergelombang
  • Ball joint, ditandai bunyi keras saat teflon di dalamnya sudah habis dan logam saling beradu
  • Tie rod dan long tie rod, ditandai setir bergetar atau mobil terasa seloyoran meski sudah di spooring
  • Bearing roda, ditandai bunyi dengung yang semakin jelas terdengar karena kabin EV jauh lebih senyap dari mobil konvensional

Baca Juga: Electric Power Steering: Kenapa Bisa Bunyi Gluduk, Setir Oblak, dan Apakah Harus Ganti Satu Set?

Berapa Kisaran Biaya Servis Kaki-kaki, dan Apakah Ada Selisih Harga Khusus untuk EV?

Kaki Kaki Mobil Listrik (3)

Berdasarkan data dari bengkel spesialis kaki-kaki, secara umum belum ada selisih harga yang signifikan antara servis kaki kaki mobil listrik dan mobil konvensional untuk komponen sejenis.

Jenis Servis Kisaran Biaya Catatan
Servis ball joint Rp150 ribu per unit Rekondisi, bukan penggantian baru
Penggantian shockbreaker Rp300 ribu hingga Rp2 juta Tergantung tipe, termasuk suspensi udara pada mobil premium
Servis rack steer Sekitar Rp1.5 juta Rekondisi tanpa ganti unit
Penggantian rack steer Rp500 ribu hingga Rp750 ribu Per unit, tergantung model kendaraan

Yang membedakan bukan tarif jasanya, melainkan frekuensi kunjungan yang berpotensi lebih sering karena laju keausan yang lebih cepat akibat bobot kendaraan.

Apakah Spooring dan Balancing Perlu Dilakukan Lebih Sering pada Mobil Listrik?

Idealnya iya, karena ketidakseimbangan kecil pada roda EV lebih cepat berkembang menjadi masalah akibat kombinasi bobot berat dan torsi instan. Namun, spooring berulang tanpa memeriksa kondisi komponen kaki-kaki terlebih dahulu tidak akan menyelesaikan masalah, bahkan jika dilakukan berkali kali.

Melompati tahap pemeriksaan komponen dan langsung spooring berulang hanya akan membuang waktu dan biaya tanpa menyelesaikan akar masalah.

Bagaimana Mendeteksi Dini Kerusakan Kaki-kaki pada Mobil Listrik Sebelum Parah?

Karakter kabin EV yang jauh lebih senyap dibanding mobil bensin justru menjadi keuntungan tersendiri untuk deteksi dini.

Bunyi kecil dari bushing atau bearing yang mulai aus akan terdengar jauh lebih jelas di kabin EV, karena tidak ada suara mesin yang biasanya menutupi bunyi bunyi halus tersebut pada mobil konvensional.

Beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan pemilik mobil untuk deteksi dini meliputi memperhatikan bunyi decit saat menikung, merasakan getaran tidak wajar pada setir, dan mengamati keausan tidak merata pada permukaan ban.

Jika salah satu gejala ini muncul, segera lakukan pemeriksaan ke bengkel spesialis kaki-kaki sebelum kerusakan merembet ke komponen lain yang lebih mahal.

Bagaimana Teknologi Shaking Machine Membantu Diagnosis Kaki kaki Mobil Listrik Jadi Lebih Objektif?

Salah satu tantangan lama dalam servis kaki-kaki adalah hasil diagnosis yang bisa berbeda antar bengkel karena mengandalkan asumsi dan jam terbang mekanik semata.

Rotary Auto, menjawab tantangan ini dengan menghadirkan Kyoto Shaking Machine. Mereka sudah sering melakukan pengecekan kaki kaki mobil listrik, terutama dari brand Vinfast.

Untuk mobil listrik, pendekatan objektif semacam ini penting karena gejala kaki-kaki EV sering muncul lebih cepat akibat bobot baterai, sehingga diagnosis yang presisi sejak awal membantu menghindari penggantian komponen yang sebenarnya belum perlu.

Apa Risiko Jika Kerusakan Kaki kaki Mobil Listrik Dibiarkan Tanpa Penanganan?

Risiko domino pada kaki-kaki EV sebenarnya mirip dengan mobil konvensional, hanya saja efeknya bisa lebih cepat terasa karena beban kerja komponen yang lebih besar sejak awal.

Bushing yang dibiarkan retak bisa memicu pergeseran sudut kemudi seperti chamber dan caster, yang kemudian mempercepat keausan ban secara tidak merata dan menambah biaya penggantian ban lebih sering dari seharusnya.

Risiko yang lebih serius menyangkut aspek keselamatan, terutama karena torsi instan motor listrik membuat tekanan pada komponen kemudi lebih besar dibanding mobil bensin pada kecepatan setara.

Ball joint atau tie rod yang sudah aus namun dibiarkan berisiko menyebabkan mobil sulit dikendalikan saat menikung atau pengereman mendadak, sehingga penanganan dini jauh lebih penting dibanding menunggu gejala semakin parah.

Kaki Kaki Mobil Listrik Sama Saja dengan Kaki Kaki Mobil Biasa

Kaki kaki mobil listrik memang lebih cepat mengalami keausan dibanding mobil konvensional akibat bobot baterai dan karakter torsi instan, tapi kabar baiknya, penanganannya di bengkel tidak membutuhkan keahlian khusus seperti servis AC atau sistem penggerak listrik.

Bengkel spesialis kaki-kaki konvensional pun sudah terbukti mampu menangani berbagai model EV, asalkan diagnosisnya tepat sejak awal dan tidak asal mengulang prosedur seperti spooring tanpa memeriksa kondisi komponen lebih dulu.

Baca Juga: Service Shockbreaker Mobil Terdekat: Cara Memilih Bengkel Berdasarkan Gejala, Bukan Sekadar Jarak

Cek Dulu Permasalahan Mobil Anda di Rotary Auto Sekarang Juga!

Jika mobil listrik Anda mulai terasa kurang stabil, bergetar saat dikendarai, atau muncul bunyi aneh dari bagian bawah kendaraan, jangan tunggu sampai gejalanya merembet ke komponen lain.

Bawa ke bengkel spesialis kaki-kaki yang melakukan pemeriksaan komponen terlebih dahulu sebelum menawarkan solusi, agar biaya perbaikan tidak membengkak akibat diagnosis yang keliru.

Cek website kami di Rotary Auto untuk mendapatkan informasi lengkapnya mengenai cabang maupun lainnya. Klik di sini agar bisa melakukan reservasi secepatnya!

Pertanyaan Seputar Kaki Kaki Mobil Listrik

Penyebab utamanya adalah bobot baterai yang menambah 300 hingga 500 kilogram massa kendaraan, sehingga komponen suspensi bekerja lebih ekstra meredam guncangan dibanding mobil bensin dengan bobot lebih ringan.
Shock absorber dan bushing arm umumnya menunjukkan gejala aus lebih dulu karena keduanya menanggung beban langsung dari bobot baterai setiap kali meredam guncangan jalan.
Untuk komponen sejenis, tarif jasanya relatif sama. Yang membedakan adalah frekuensi servis yang berpotensi lebih sering karena laju keausan komponen yang lebih cepat pada mobil listrik.
Karena kabin EV jauh lebih senyap tanpa suara mesin, bunyi decit atau dengung yang muncul konsisten saat menikung atau melintasi jalan tidak rata hampir selalu menandakan komponen kaki-kaki yang mulai bermasalah, bukan sekadar suara permukaan jalan.

PERBAIKAN & PERAWATAN MOBIL

Reservasikan mobil Anda sekarang juga,
Dengan isi form dibawah ini!

Loading...